Asiknya Menjadi Petugas KPPS Pemilu 2019

Asiknya Menjadi Petugas KPPS Pemilu 2019

UPDATE:

per 24 April 2019 ini, sudah 119 orang KPPS yang meninggal dunia. Kelelahan menjadi faktor utama wafatnya petugas KPPS ini. Turut berduka cita πŸ™

=====================

Baiklah, karena berbarengan ada event akbar se-Indonesia, yaitu Pemilu dan kebetulan saya menjadi petugas KPPS. Kali ini pengen cerita pengalaman ketiga kalinya bersentuhan langsung dengan proses Pemilu di negara ini.

Pertama kali partisipasi pada Pileg tahun 2004. Saat itu hanya menjadi saksi. Saya bukan anggota partai, hanya di ajak temen dan penasaran, akhirnya ikutan πŸ˜€

Kemudian absen pada pemilu 2009 dan 2014, nah pada 2018 saya berkesempatan ikut jadi panitia KPPS pada perhelatan pilihan gubernur jawa timur. Kali ini saya bertugas jadi penjaga Kotak Suara, yang ngarahin orang-orang masukin surat suara ke kotak. Ga terlalu ribet dan capek, jam 1 siang proses coblosan di tutup, skitar stengah jam proses perhitungan selesai. Jam stengah 3 sore baru bisa kirim kotak suara dan surat suara ke kecamatan setelah rampung pengisian berkas-berkas berita acara pemilu.

Pada gelaran pemilu 2019 kali ini, lagi-lagi saya bertugas menjadi penjaga kotak suara πŸ˜† Tugas yang enteng dong? Ga juga, malah mayan berat πŸ™„

Baik, saya coba runut kegiatan saya sebelum – saat – sesudah acara coblosan pada Pemilu 2019.

3 minggu sbelum acara, saya sudah di rekrut oleh pak RT untuk gabung jadi petugas KPPS, jujur aja, niat mula krn dapet duit senilai 500rb. Berkaca pada pengalaman sebelumnya yang ga terlalu ribet dan berat, enjoy-enjoy aja saat di tawarin. kwkwkw

Karena posisi saya anggota, jadi ga perlu ikutan acara sosialisasi dan bimtek di PPS. Seminggu sebelum hari H kami panitia sudah sibuk bikin persiapan TPS, mulai dari bikin meja untuk alas kotak suara sampai bilik tempat pemungutan suara.

TPS dah selesai dibikin tanggal 14 April. Tanggal 16 April TPS dah siap utk digunakan acara pemungutan suara, semua meja dan bilik sudah selesai di atur,Β  sepulang gawe cm smpet rehat sholat magrib dan isya, trus cuss ke balai RW buat ambil bilik suara kardus dari KPU. Eh, rupanya barang lom datang. Nongkrong dulu lah di balai RW bareng warga dari RT lain. Kira-kira jam 10-an barang datang. Nah, ini rada apes, karena jalan akses ke balai RW lewat gang sempit, mobil logistik ga bisa masuk. Kita yang kudu samperin neh barang ke tepi jalan raya, mayan menguras tenaga. Karena neh badan hampir ga pernah olah raga, kerasa juga angkut kotak suara dan isinya dg berat kisaran 15kg, deket sebenarnya cuma 500meter tapi dimensi kotak yang gede, bikin rada ngos-ngosan πŸ˜†

Jam setengah 12 malam baru pulang ke rumah, langsung tidur krn besok paginya jam stengah 6 udah stand by di TPS.

The Day – 17 April 2019

Bangun kesiangan, jam 5 baru melek neh mata. Langsung mandi dan sholat subuh. Sarapan cm goreng ceplok , nasi dan kecap. Yang penting perut ga kosong, sampe di woro-woro sama pak ketua KPPS buat sgera datang ke TPS krn udah jam 6, saatnya ambil logistik ke balai RW. πŸ˜†

Jarak TPS ke balai RW g trlalu jauh, cm 100 meter, tapi kebagian angkut kotak suara paling berat, warna ijo, bercucuran lah keringat basahin baju hahahha. Kotak paling ringan tuh Presiden dan DPD sedangkan tiga kotak sisanya berat semua kwkwkw

Jam 6.55 proses pembukaan acara pemungutan suara dimulai, diawali dengan pengambilan sumpah petugas KPPS. Dilanjutkan dengan pengosongan kotak suara, disaksikan saksi partai, dpd, presiden dan panwaslu. Jam 7 tett, warga sudah banyak yg antri, antusias sekali sepertinya untuk ikut pemilu. Dibandingkan saat pilgub tahun sebelumnya, jam 8 baru banyak yg datang.

Baca Juga :  Contoh Desain Banner Warnet atau Game Online

Baru jam 7.30 warga bisa melakukan coblosan, krn dibutuhkan waktu untuk menata tumpukan kertas suara, berikut penulisan detail tps di kertas suara tersebut. Belum lagi proses pencocokan DPT dan Surat undangan pemilu.

Proses coblosan berjalan lancar tidak ada hambatan, hingga ada satu insiden, warga salah memasukkan kertas suara. Seharusnya memasukkan di kotak DPD RI, keliru memasukkan kertas DPRD Provinsi. Kok bisa keliru? Wah, anda ga bisa kerja ya sebagai penjaga kotak suara? πŸ‘Ώ

Jadi gini saudara-saudara, terdapat 5 surat suara dengan warna label berbeda-beda. Abu-abu untuk presiden, Merah untuk DPD RI, Kuning untuk DPR RI, Biru untuk DPRD Provinsi dan Hijau untuk DPRD Kota/Kabupaten. Kemudian, kenapa bisa salah masuk kotak? Empat surat suara Presiden, DPR RI, DPRD Prov dan DPRD Kab memiliki dimensi lipatan yang sama, persegi. Sedangkan untuk DPD RI sedikit panjang. Kemudian, kalau anda salah melipat surat suara DPR/D maka kop surat suara berwarna merah akan terlihat di bagian belakang lipatan. Jadi misal kertas suara DPR RI, lipatan depan yg terdapat detail TPS ada label berwarna Kuning, kalau salah lipat, makan lipatan di belakang akan ada warna merah kop surat suara tersebut.

Jadi, sepanjang hari proses coblosan saya kudu mondar mandir memastikan warga tidak salah memasukkan surat suara ke kotak. Capek? tentu saja, apalagi hawa sedikit gerah. kwkkw

Karena kampung kami pertama kalinya buka TPS, tentunya pada pada tegang takut salah dalam pelaksanaan proses coblosan ini, bahkan kotak makanan berisi snack tak tersentuh sama sekali, hanya botol minuman yg cepet ludes.

Jam 1 siang, proses coblosan di tutup. Etape berikutnya pada proses coblosan akan di mulai, Penghitungan. Yay, suara orang bilang sah – tidak sah akan bersahutan. Keknya cm para jomblo yang belum mengerti gembiranya di teriakin SAH oleh para hadirin. #eh πŸ˜†

Perlu anda tahu, setelah jam 1 siang inilah pekerjaan sebenarnya sebagai KPPS di mulai. Jumlah anggota KPPS 7 orang + 2 linmas. Kami langsung membagi diri sesuai tugas masing-masing, 2 orang di bagian menulis salinan, sisa nya di proses perhitungan.Β  Saya kebagian menulis salinan berita acara.

Kesalahan kami adalah, menulis detail salinan berita acara dan sertifikat hasil pemungutan suara ini tidak di cicil mulai pagi. Sehingga 2 orang yang kebagian mengisi detail berita acara dan sertifikat ini baru selesai jam 7 malam. Itupun diselingi break ISHOMA. Ini baru pengisian detail seperti nomor TPS, alamat TPS, tanda tangan petugas KPPS dst2, belum isian tentang hasil perhitungan suara. Saking konsen nya pada tugas yang di emban, kami2 baru makan siang jam 3 sore, itupun bergantian.

Salinan berita acara atau umum di sebut Form C1. Terdapat banyak lembar. Saya ga hapal, ada berapa rangkap. Kalau g salah ada 5 rangkap (Hologram, PPS, KPU Kota, Panwas, KPPS). Form C1 paling tipis milik Presiden, skitar 4 lembar. DPD skitarΒ  6 lembar kemudian DPR/D hampir 10 lembar. Maaf kalau ada salah jumlah lembar ini, sudah lupa berapa detail jumlah lembar masing-masing. Hampir semua lembar ini, ada kolom tanda tangan petugas KPPS dan saksi. Di TPS kami ada 1 Panwas danΒ  7 saksi yang hadir. 1 Saksi presiden dari paslon 01, 1 saksi dari DPD dan 5 saksi dari partai (Nasdem, Demokrat, PDIP, Golkar dan PKS).

Jadi, kalau mau di total brp banyak salinan yang dibuat:

  • Presiden: 5 bendel + 1Β  buat saksi
  • DPD: 5 bendel + 1 buat saksi
  • DPR RI: 5 bendel + 5 utk saksi
  • DPRD Prov: 5 bendel + 5 utk saksi
  • DPRD Kota: 5 bendel + 5 utk saksi

Proses perhitungan suara juga tidak kalah unik dan asik. Form C1 Plano yang di tempel di dinding juga berbeda jumlahnya untuk masing-masing jenis suara.
Presiden: 1 lembar; DPD skitar 3 lembar; DPR/D sejumlah 18 lembar sesuai jumlah partai peserta pemilu. Paling ribet tentunya perhitungan suara partai ini. Papan yang kami pasang hanya muat untuk 8 lembar C1 plano, akhirnya sisa yang 10 lembar di jejer di meja tempat alas kotak suara. Pernah lihat pedagang kaki lima jualan poster artis? ya kira2 mirip lah kek gitu πŸ˜†

Baca Juga :  Inilah Cara Membuat Paspor Jaman Now

Proses perhitungan surat suara paling banyak memakan waktu untuk suara DPR/D. Lamanya proses perhitungan ini yang membuat makan malam baru jam 9 malam. Itupun masih tersisa 2 kotak surat suara yang belum di hitung. Kwkwkwkw

Akhirnya, jam 12 malam perhitungan surat suara selesai. Rehat sejenak. Saling bergantian istirahat, karena tinggal 2 proses lagi sebelum acara coblosan benar-benar selesai. Menyalin hasil perhitungan dari C1 Plano ke form C1, dan Mengantar surat suara ke PPS.

Selepas perhitungan suara, saya di bantu 3 orang lainnya kebut isi hasil perhitungan suara. Jadi 1 bundel di isi dulu berdasar data di C1 Plano, kemudian di salin ke banyak bundel. Neh jari sampe kram saking banyaknya lembar yang di tulis kwkwkw

Jam 1.30 tanggal 18 April 2019 proses pemungutan suara di TPS kami benar-benar selesai. Mata merah dan wajah kuyu menghiasi semua petugas KPPS dan para saksi. Jam 2 dinihari surat suara baru kami antar ke kantor kecamatan, sampe di kecamatan, rupanya antrian sudah mengular. TPS kami dapet nomor antrian 27, sedangkan yg sedang melapor baru nomor 17. Wah, sebentar lagi neh di panggil. Rupanya… jreng jren jreng… Satu jam menunggu, baru bergerak 1 nomor antrian. Mampus dah lu! πŸ™„Β  Kecamatan kami terdapat 6 kelurahan, tiap kelurahan terdapat 2 petugas bagian crosscheck. Apabila TPS anda melakukan kesalahan input data, tidak sinkron antara bundel yg satu dengan bundel yang lainnya, maka harus di koreksi saat itu juga. Koreksi ini yang menyebabkan antrian lama bergerak. Banyak juga yang tidak melengkapi isian data.

Saking lamanya menunggu, dari TPS saya tersisa 4 orang saja yang menunggu, krn yang paling paham tentang detail isian data form C1 ini saya dan ketua KPPS, maka kedua orang lainnya hanya menemani. Sisa nya udah pada pulang terlebih dahulu karena pagi harinya harus masuk kerja. Wuih… hebat kan bapak2 ini, sudah hampir 24 jam melek, paginya masih kudu masuk kerja πŸ™

Ketika antrian sudah di nomor 21, neh badan udah ga kuat berdiri, serasa pengen pingsan. Belum lagi sempet turun ujan walau cm ujan lewat. Akhirnya, di antara orang-orang yang berdiri berjejer menunggu panggilan, saya duduk ndelosor di samping kotak suara yang akan di setor. Bersandarkan tiang tenda, kaki bersila, mata terpejam, tidur, dah ga peduli badan kena senggol orang-orang yang mau ambil nomor antrian. Oia, perlu di ketahui, saat setor surat suara ini, 4 kotak suara langsung masuk gudang penyimpanan, 1 kotak presiden yang dibawa ke meja operator serah terima.

Setelah sekian lama menunggu, jam 5.45 nomor antrian TPS saya di panggil. Hampir setengah jam proses crosscheck. Ada beberapa kesalahan pada isian, tidak terlalu vital. Hanya kurang pengisian nilai pada kolom DPK dan pemberian tanda silang pada kolom isian yang tidak ada datanya. Seperti pada kolom angka perolehan caleg yang tidak mendapat suara, harus di beri tanda silang. Selesai berjabat tangan dengan operator serah terima, proses coblosan di TPS kami, selesai. Alhamdulillah

Jam 7 lebih sdikit baru sampe rumah, badan rasanya udah melayang aja hahaha. Langsung mandi, capcus tidur, dah ga kuat melek.

Glos:
DPT: Daftar Pemilih Tetap
DPK: Daftar Pemilih Khusus
TPS: Tempat Pemungutan Suara
PPS: Panitia Pemungutan Suara
Panwas: Panitia Pengawas Pemilu. Lembaganya disebut Bawaslu.
KPPS: Kelompok Panitia Pemungutan Suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.