Mengurus Akta Lahir Anak

Mengurus Akta Lahir Anak

akta lahir anak

Alhamdulillah, bulan kemarin lahir anak kedua, laki2. Like Father Like Son.. kwkwkw

Seperti hal nya kakaknya dulu, saya langsung mengurus Akta Lahirnya, mumpung ada waktu luang.

Berikut cara untuk mengurus Akta Lahir dengan mudah dan tidak bolak balik ke kantor pemerintahan.

Ketika keluar dari rumah sakit, kita akan di beri surat keterangan lahir oleh Bidan nya. Di sini, saya mendapat rangkap tiga, orisinil smua. 1 untuk arsip orang tua, 1 untuk Kelurahan dan 1 untuk Dispenduk.  Kalo melahirkan di tempat prakter bidan, harap minta surat keterangan dari bidan tersebut.

Sebelum ke kantor kelurahan, urus dulu surat pengantar dari RT dan RW. Berikut juga lengkapi berkas2 ini :

1. Kartu Keluarga orang tua (asli)

2. Foto Copy Surat Nikah kedua orang tua (yg sudah di legalisir pihak KUA)

3. Foto Copy KTP kedua orang tua

4. Foto Copy KTP 2 orang saksi (disini saya menggunakan KTP ibu mertua dan kakak ipar)

5. Surat Keterangan lahir dari Bidan/Rumah Sakit

Di kantor kelurahan, serahkan semua berkas berikut juga surat pengantar dari RT/RW.

Setelah urusan di kantor kelurahan selesai. Mampir ke tempat foto copy dulu, copy lembar Surat Pelaporan Kelahiran dan Kartu keluarga, 1 aja cukup. Kemudian langsung ke kantor kecamatan. Setelah berkas di stempel pihak kecamatan kita langsung ke Kantor Dispenduk. Di kantor Dispenduk ini nantinya berkas dari kecamatan akan di pilah dulu oleh petugas jaga, dan nantinya berkas yg tidak di ambil, harap di simpan.

Untuk  pengurusan Akta Lahir akan di proses selama 7 hari kerja.

Setelah akta lahir jadi, kita kembali lagi ke kantor kecamatan untuk mengurus kartu keluarga baru, dengan memasukkan nama anak di dalammnya. Akta Lahir di foto copy dulu kemudian jadikan satu dengan berkas sisa dari kantor Dispenduk. Pengurusan kartu keluarga baru ini skitar 40 hari kerja.

Baca Juga :  Transformasi Bentuk Tiket Kereta Api Indonesia

Tentunya pada bertanya-tanya, berapa besaran biaya yang di keluarkan?

1. RT : free, rumah pak RT bersebelahan dengan rumah saya 😀

2. RW : free, akan tetapi bisa kasih sumbangan seikhlasnya. Saya kemarin hanya kasih 2000 perak

3. Kelurahan : free, akan tetapi ada budaya memberikan uang capek :sigh: besarannya, minimal 5000

4. Kecamatan ; totally free , biaya transportasi aja bensin 1 liter

5. Dispenduk : totally free , biaya transportasi bensin 2 liter + makan di warung (kantornya jauh dari rumah, belum lagi macet)

Jadi, intinya : mengurus akta lahir itu Bebas Biaya

Akan tetapi, ada denda yang cukup besar apabila pengurusannya melebihi 30 hari. Untuk WNI sebesar 100ribu, dan untuk WNA 1 juta rupiah

Lokasi : Surabaya

Pengurusan akta lahir bisa di lakukan di Kantor Dispenduk Manyar (senin s/d jumat)  dan di Royal Plaza (hanya hari Sabtu dan Minggu)

*update

Untuk pengurusan Akta Lahir dilakukan di Kantor Dispenduk dimana peristiwa kelahiran terjadi.

Misal : Orang tua domisili Surabaya, akan tetapi anak lahir di rumah sakit di Mojokerto. Maka pengurusannya di lakukan di Kantor Dispenduk Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *