Perubahan Tarif Listrik PLN Tahun 2017

Perubahan Tarif Listrik PLN Tahun 2017

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai 1 Januari 2017 memberlakukan kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi rumah tangga golongan mampu dengan daya 900 VA. Kenaikan tarif dilakukan setiap dua bulan sekali yakni 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017. Nantinya, untuk daya 900VA akan di bagi menjadi dua golongan, R1 900VA bersubsidi dan R1M 900VA tidak bersubsidi, di struk akan terdapat kode M = Mampu.

Secara bertahap tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengalami kenaikan dari Rp 605 menjadi Rp 791 per 1 Januari 2017, Rp 1.034 mulai 1 Maret 2017, dan Rp 1.352/kWh per 1 Mei 2017. Lalu, mulai 1 Juli 2017, pelanggan rumah tangga mampu 900 VA itu akan dikenakan penyesuaian tarif otomatis setiap bulan seperti 12 golongan tarif nonsubsidi lainnya.

Ke-12 golongan tarif tersebut adalah :

1. R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 1300 VA
2. R1 Rumah Tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA
3. R1 Rumah Tangga menengah di tegangan rendah, daya 3500-5500 VA
4. R3 Rumah Tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas
5. B2 Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA
6. B3 Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA
7. P1 Kantor Pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA
8. I3 Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA
9. I4 Industri besar di tegangan tinggi, daya 30 MVA ke atas, dan
10. P2 Kantor Pemeritah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA
11. P3 Penerangan Jalan Umum di tegangan rendah, dan
12. L Layanan Khusus

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Dengan Paspampres

Sementara itu, 25 golongan tarif lainnya tidak berubah. Pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA yang terbukti layak, bisnis dan industri kecil, serta pelanggan sosial termasuk dalam 25 golongan tarif tersebut. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah.

Untuk kedepannya apabila ada masyarakat yang merasa dirinya kurang mampu dan berhak mendapatkan subsidi listrik, yang bersangkutan bisa melaporkan dengan mengisi formulir melalui kantor desa dan kelurahan setempat untuk selanjutnya diteruskan ke kantor kecamatan dan kabupaten. Oleh kecamatan dan kabupaten, laporan tersebut diteruskan ke posko pusat. Posko pusat yang beranggotakan perwakilan dari Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, TNP2K dan PT. PLN (Persero) akan melakukan verifikasi dan penanganan terhadap pelaporan tersebut. Jadi tim inilah yang nantinya akan menentukan mana yang bisa masuk kedalam golongan subsidi dan nonsubsidi.

Setelah biaya perpanjang STNK ada kenaikan, Harga cabai dan teman-temannya juga mengalami kenaikan, kini tarif listik PLN juga ikutan naik. Selamat datang ditahun 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *